Wali Kota Bahas Kenaikan UMK

Guna menyikapi permintaan kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) bagi para buruh di tahun 2014 mendatang, Wali Kota Malang, H. Moch. Anton menggelar audensi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) cabang Malang, di Baiduri Sepah ballroom, Kamis (31/10).

SPSI-6_590x300mc

Pada audensi ini, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Untuk tahun 2014 nanti, usulan besaran UMK yang disampaikan oleh Bambang Sumarto kepada Wali Kota Malang, Rp 1.560.000 dan pihak SPSI Kota Malang, mengusulkan Rp 1.661.600. Perbedaan kedua usulan UMK ini terletak pada perhitungan inflasi pada tahun 2014 mendatang.

Dari pihak Apindo, memperkirakan laju inflasi tahun depan sekitar 6 persen, sedangkan SPSI 8,23 persen. Berdasarkan hasil survei 64 item kebutuhan hidup layak (KHL) di tiga pasar yang dilakukan Apindo dan SPSI, kata Bambang Sumarto, sebenarnya muncul angka UMK yang sama, yakni Rp 1.472.000.

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkot Malang, Yudhi K Ismawardi, SH, M.Hum. Menurutnya, dari dua usulan besaran UMK yang diajukan kepada Wali Kota Malang itu sudah dikirim ke Gubernur Jatim tiga hari yang lalu.

“Kami masih belum bisa memastikan, berapa nantinya UMK yang akan ditetapkan di Kota Malang. Kami masih menunggu keputusan dari gubernur,” jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Malang, H Moch. Anton mengatakan, bahwa nantinya akan ada kenaikan UMK di Kota Malang, dari yang diberlakukan tahun ini yaitu Rp 1.340.300, namun pria yang akrab disapa Abah Anton itu belum bisa memastikan berapa persen atau besaran UMK untuk tahun 2014 nanti, karena masih dalam tahap proses.

“Pastinya akan ada kenaikan UMK di Kota Malang. Dari dua usulan besaran UMK yang diusulkan dewan pengupahan itu, ya setidaknya bisa diambil tengahnya. Idealnya UMK untuk Kota Malang kurang lebih Rp 1.375.000. Kita lihat saja nanti, dan menurut perkiraan saya, tidak akan jauh dari angka itu nantinya,” tegas Abah Anton.

Yang terpenting, kata dia, jika ada permasalahan apapun di Kota Malang ini, hendaknya pihak-pihak yang ada di dalamnya bisa duduk bersama untuk memecahkan dan mencari jalan keluar masalah tersebut dengan tenang.

“Mari duduk bersama dan bermusyawarah untuk mufakat. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Dengan demikian, kota Malang akan tetap aman dan kondusif,” pungkas Abah Anton. (say/dmb)

Sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca juga dalam : Berita
Thursday, 8 August 2019 8:13 WIB

Kegiatan Jobfair 2019 Disnaker

Monday, 15 July 2019 11:39 WIB

SOP Pengesahan Peraturan Perusahaan(PP)